Rabu, 29 Mei 2013

Kau Hadir Dalam Mimpiku

Awalnya aku tak berpikir tentangmu
Tentang bagaimana dirimu
Tentang bagaimana kau menyapaku
Tentang bagaimana untuk lebih dekatmu

Sedetik pun hari itu
Aku tak melihat wajahmu melintas di depanku
Tak sepintas pun aku melihat haluan senyummu

Namun malam ini
Saat mata ini terpejam, raga ini merebah
Dan diri ini telah terbuai di dunia mimpi
Ku melihat kau hadir di sana
Dengan senyum yang biasa kau tebarkan
Wangi yang selalu semerbak
Dan kehangatan yang selalu ada tiap di dekatmu

Ku sapa kau, Hai !
Dan kau pun membalas, Hai juga !
Senyummu yang kau sisipkan di jawabanmu
Tak kuasa aku untuk menerima
 Inginku mendekat untuk lebih mengenal
Tapi tak terasa pagi datang menjemput
Dan bayangmu yang indah itu pun lenyap

Tak apalah
Dunia mimpi mungkin memang indah
Karena dapat menghadirkan sosok indahmu
Meski dunia nyata kita masih terpisah jarak
Jarak yang ingin sekali ku hapus selamanya

Rabu, 22 Mei 2013

Kenapa Harus Kamu ?

Awal melihatmu, hanya biasa aku merasa
Tahu namamu, hanya sebatas tahu bahwa itu kamu
Bertemu denganmu, hanya rasa ingin dikenal yang muncul
Semakin dekat denganmu, hanya oh.. kamu sudah mengenalku

Dalam hati pun awalnya
Tak pernah timbul rasa ini

Saat kita di jalur yang sama
Di tempat ku memimpin yang kau ikuti
Di suatu moment paling besar
Kita berlari menempuh jalan 'tuk mensuksekan

Saat semua itu telah usai, habis dan terkikis
Kita sempat terpisah jarak untuk berbicara
Tapi di suatu waktu, kita bertemu lagi di moment yang sama
Meski beda angkatan, aku tak tahu apa yang ku rasa

Sebenarnya, atmosfer ini tak ku harap akan terjadi
Ku tak ingin kau yang menyebabkan ini, meski sepintas kau sempat hadir
Tapi, apakah memang ini berasal darimu ?
Berasal dari kehadiranmu ?
Dan kenapa ini harus dirimu ? ... ... ... ... ...

Sabtu, 18 Mei 2013

Dari Jauh

Andai kau tahu ...
Aku selalu memperhatikanmu
Mengikuti kehendak hati yang meraung
Mengagumi nuansa pesonamu

Menatap sebatas lirikan mimpi
Menerawang di balik tembok naluri
Menantikan senyuman yang terukir
Di dalam wajahmu yang mungil

Dari jauh hanya tampak terlihat ayunan langkahmu
Bayangan tubuhmu, cahaya paras wajahmu
Tak dapat aku mendekati jembatan jarakmu
Dengan beberapa alasan yang menghadang jalan ke depan

Jika waktu dapat diputar kembali
Melompat ke masa lalu
Berharap bertemu lebih awal
Untuk mengejar hal tak pasti saat ini

Rabu, 15 Mei 2013

Bintang

Bintang ... ...
Terkadang engkau tampak
Terkadang kau menghilang
Sejenak terlintas tak terbayang
Namun dirimu kan slalu terngiang

Malam yang kelam ... ...
Telah menyertaimu bersama semua senyuman
Berkelap - kelip indah di atas sana
Tak sedikit pun awan yang menghadang

Bintang ... ...
Jauh jarak 'tuk meraih cahayamu
Hanya mimpi ku dapat memelukmu
Hanya kata yang tinggal kini di hatiku
Tanpa celah apa ku dapat meraihmu

Bintang ... ...
Jangan hilang sebelum aku datang
Jangan pergi sebelum ku kembali
Meski Fajar 'kan tetap sembunyikanmu
Tapi malam, kan mengantarku
Untuk bertemu denganmu

Selasa, 14 Mei 2013

Kapan Aku Menemukanmu

Saat aku di sini
Mengisi kekosongan sepi
Tanpamu ku sendiri
Sepi tangiskan hati

          Sempat ku berpikir
          Pergi 'tuk mencarimu
          Melewati semua air mengalir
          Hanya untukmu

Pernah ku mencoba
Mewujudkan semua cerita
Tanpa sedikitpun dusta
Hanya segala nyata

          Kapankah aku mampu
          Menemukanmu, memiliki hatimu
          Kapankah aku bertemu
          Dengan dirimu, 'tuk mencintaimu
          Sepenuh hatiku
          Segenap jiwaku

Senin, 13 Mei 2013

Pilihanmu

By : Merry Selvian

Awalnya kau yang meminta
Dua hati menjadi satu
Mencintai segenap hati
Menjaga dan selamanya

          Namun kau goreskan luka di hatiku
          Pernah ku curiga tapi tak percaya
          Namun kini engkau
          Kini, semua telah terjadi

Kau tinggalkan aku
Gantungkan cintaku
Demi kekasih hatimu
Yang semu hidup di dunia yang berbeda

          Tanpa kau menyadarinya
          Ku di sini telah rapuh
          Rapuh yang tak terlihat
          Rapuh yang mampu menenggelamkanku

Minggu, 12 Mei 2013

Pesan Terakhir


Seiring waktu berlalu
Kini ku tau diriku takkan mampu
Menemanimu hari ini hingga akhir waktu
Ku ingin kau bahagia selalu meski tanpaku
Wahai dinda yang ku sayang
Kini ku pergi ‘tuk selamanya
Tak bisa temani harimu lagi
Karena waktu kini tlah tak berarti
Hari saat hati ini termiliki
Kan selalu terkenang dalam hati
Ku harap kau tahu betapa kau ku sayangi
Ku harap terus bisa ku miliki
Kini ku pergi tinggalkanmu
Meski berat hatiku tuk itu
Namun keadaan berkata lain
Ku harus pergi tinggalkanmu sendiri
Selamat tinggal wahai dinda
Nafas terakhir kini tlah ku hembuskan
Hapuslah sudah air mata mu
Jangan kau tangisi kepergianku
Ku tak ingin kau bersedih
Kelak kita kan bertemu kembali
Ku kan bahagia untukmu
Janganlah kau kini bersedih
Semoga kau temukan cinta abadi
Yang tak mampu ku lakukan…

Sepi Sang Senandung

Lama sudah ku menyadari
Di dalam kabut yang begitu tebal ini
Hingga kau tak bisa melihat pergantian hari
Sendirian…
Di atas kapal besar tanpa kemudi
Dan sekian lama terombang – ambing
Di laut kesepian…

Aku sangat kesepian …
Begitu kesepian …
Dan takut
Hingga aku berpikir
Untuk mengakhiri hidup ini …

Tetapi …
Umur panjang
Adalah kebahagiaan seorang manusia
Bagiku, hidup adalah anugerah
Jika air mata ku tidak mengering
Mungkin sekarang ku menangis gembira
Kan ku jalani terus hidupku
Meski tubuhku kini tinggal tulang
Hingga waktu menghancurkanku
Aku akan mencoba terus
Keluar dari kabut…
Untuk bisa hidup…
Di bawah sinar matahari, lagi …

Lagu Jiwa

Kaulah mimpiku
Temani saat ku diam termenung
Menanti terbuangnya kekosongan
Kaulah mimpiku
Menari di atas lautan perak
Berkilauan gemerlap indah
Mengiringi nyanyian ombak lautan

Semerbak mekar sekuntum merah muda
Warnai langit cerah langit biru
Terbang tinggi bersama angan, melayang
Tinggalkan sakit dan kesedihan
Yang kian tlah membuat diri kesepian

Ketika hati mati tersakiti
Teriringi oleh nyanyian syair hati
Langit cerah kini pun menangis, sedih
Membasahi rerumputan yang merenung
Kala rasakan kesedihan hati kesepian

Kita tak perlu sedih untuk bisa
Sayap plastik mungkin membuatmu menangis
Payung putih hanya berguna untuk hari hujan
Hilangkanlah semua petir dalam hati
Kita tlah miliki apa yang kita miliki
Kita tlah miliki apa yang kita butuhkan
Janganlah sepi,
Tegarkan hati……

Hati Yang Terabaikan

Di dunia ini banyak cinta bertebar
Namun ada juga yang tak terpilah
Mungkin karena orang tak dapat menerima
Atau karena hati berlapis baja
Ternyata, karena tak mau lagi hati tersiksa
Saat hati kini inginkan dia
Tersiksa batin untuk bersama
Terabaikan terombang – ambing
Di lautan kesedihan
Terbiarkan hati ini menangis
Bersedih, terbakar, terkikis
Harapan ‘tuk termiliki kini telah tipis…
Ketika air mata ini terjatuh
Tak juga hatinya luluh
Dalam hati ini tlah tersimpan keinginan
Merasa ingin terhiraukan
Berharap inginkan kasih sayang
Dari tangan sang belahan jiwa…
Yang kini telah mengabaikan
Sebuah hati yang tersayat…

Pilihanmu

Aku terasa lelah
Menjalani ini
Kisah cinta yang tiada arti
Hanya kebohongan yang tampak
Dari tingkahmu
Dari katamu
Dari pandanganmu terhadap ku
Saat kau mengharapku
Kuterima dengan segenap jiwaku
Tetapi kau buatku terkapar
Terdustai dan terbohongi
Oleh tingkahmu
Yang berada di belakangku
Kini tlah tiada rasa lagi padamu
Meskipun kau teteskan air mata
Kelakuanmu tlah menutup hatiku untukmu
Jalanilah pilihanmu
Ratapilah harimu
Yang tlah kau hancurkan
Dengan kelakuanmu

Saat Kau Pergi

Saat kau tinggalkan aku
Hatiku serasa tercabik – cabik
Saat kau pergi dari ku
Tak ada yang menemaniku
Disini …
Kau tinggalkanku sendiri
Sendiri terasa sepi dan sunyi
Rasa kehilangan seseorang yang berharga
Seseorang yang bisa melengkapi lubang jiwa
Seseorang yang selalu kuharapkan
Di siang dan malamku
Ku selalu terbata bertanya tanpa jawab
Kenapa kau tinggalkan aku ?
Ku tak mau sendiri
Tertatih menghadapi cobaan tiada henti
Yang kini telah terjadi
Saat diri ini terbengkalai
Meratapi kisah sedih tanpamu

Aku Terluka

Saat dimana aku terluka
Ku meratap menatap matahari
Di manakah cahaya terangnya
Cahaya jiwa pengobat luka
Ketika sang dewi melukai
Hati seorang pujangga …
Saat dirimu melukai ku
Luka cinta ini
Telah terpahat kuat dalam hati
Saat diri ini …
Tak dianggap lagi
Dimana rasa suka tlah mati
Pada dirimu di dalam hati
Hingga saat di mana nanti
Kau hancurkan seluruh harapanku
Saat kau tak menginginkanku
Untuk di sisimu

Merindukanmu

Lama sudah kita berpisah
Diriku berada di sini
Engkau berada di sana
Inginnya hati menemanimu hari ini
Namun keadaan tak memihak
Meski jauh jarak memisah
Tapi rasa ‘kan tetap menghubungkan kita

Selama diriku masih mampu
Ku kan selalu mengenangmu
Di palung jiwa dan hatiku
Butir kerinduan semerbak merasuk
Melanda pikiranku …
Namun kan terus ku tempuh
Jalan berliku ini demi dirimu

Hingga kita bertemu kembali
Nafasku kan selalu menyertaimu
Langkahku kan selalu menemani langkahmu
Dan ku kan selalu
Hadir di setiap mimpi mu
Saat waktu mempertemukan kita kembali
Aku kan setia menanti
Hingga akhir kerinduan ini

Dilema

Bertabur kisah romantika duniawi
Di mana berlomba meraih keindahan abadi
Berpasangan menempuh jalan berliku penuh duri
Berharap hanya agar kuat cinta sejati

Saat diri ini hendak bahagia
Muncul sesosok jiwa yang menggelora
Ketika raga bertemu belahan jiwa lainnya
Seketika itu ku mengalami dilema
Mereka begitu menarik merasuk ke dalam jiwaku
Aku tak tau bagaimana menghadapi hal itu
Hati ini telah memiliki
Tapi rasa tak dapat dihalangi

Ku tak bisa memilih
Mana yang harus aku pilih
Andai 1 bidadari yang aku pilih
Maka bidadari yang lain akan menjadi iblis

Telah ku berusaha untuk membuat mereka bahagia
Namun …
Hal itu membuatku jadi bingung tak menentu
Iblis di hati ini
Terus mengusik keyakinanku
Apakah aku bisa memiliki yang terbaik di antara keduanya
Namun kehidupan
Haruslah tidak berpaling dariku
Ku harus bisa
Memilih dan memilah di keduanya
Agar diriku
Tak berada pada situasi
Dilema…
Kecemburuan … kebohongan …
Dan kesendirian …

Kisahku

Di suatu hari
Ku terbangun dari sebuah mimpi
Kini ku berada di tingkat yang lebih tinggi
Menatap ke atas meraih matahari
Tak disangka ku bertemu bidadari
Dia satu di bawahku
Sungguh indah menatapnya
Pandangannya begitu jernih bercahaya
Sungguh manisnya …
Ketika mendengar suaranya
Sungguh merdu sekali
Dia begitu manis, indah dan menawan
Dia selalu menemani mimpiku

Namun………
Diriku tak dapat mengucap sebuah kata
Ku tak bisa begitu akrab dengannya
Layaknya sepasang saudara
Seperti tertahan sebuah beban
Setiap ku bertemu dia
Selalu ku alihkan pandanganku
Entah kenapa ini selalu terjadi padaku
Seperti aku tak dianggap oleh ku sendiri

Di suatu ketika
Ku berjumpa dengannya
Meski hanya sekedar bicara
Namun aku mulai bahagia
Karena dia menganggap diriku ada
Ku melihat seperti ada lilin harapan di depan sana

Hari ini ku merantau di negeri seberang
Takkan bertemu dia dalam waktu yang lama
Keberanian ku bentuk dalam detik ini juga
Keberanian untuk berbuat
Keberanian untuk berjuang
Hingga waktu ku bertemu kembali
Akan ku beranikan hati ini
Untuk menganggap bahwa
Diriku ini ada untuknya
Dan bukan sekedar cerita dunia maya
Yang tak begitu berharga

Deritaku

Hidupku … Terus kujalani
Penderitaanku terus kulalui
Meski berat bagiku
Sendiri di tempat ini …
Ku berharap mencari arti …
Di sini ku terbelenggu di antara dua dunia
Kepedihan dan kesengsaraan
Penderitaanku tak pernah terhentikan
Berputar – putar bagai boomerang tak tentu arah …
Sikap tak adil selalu … Ditimpakan padaku
Jika ingin seperti itu, ku tak boleh ..
Jika ingin seperti ini, ku tak boleh ..
Ku hanya terus dilupakan
Jika ku bicara, tak didengar
Jika ku berpendapat, tak diterima
Tapi … walaupun begitu
Ku harus tegar menghadapi
Aku kan selalu menunggu
Hingga hari cerah menghampiriku

Di Penantianku

Aku berpikir kalau aku sendirian
Tak seorangpun di sini bersamaku
Aku butuh seseorang
Untuk bermain denganku
Seseorang yang dapat mengerti aku
Seseorang yang dimana bisa
Menemaniku
Di waktu suka dan di waktu duka
Penyembuh akan kesunyian
Pengusir akan kesepian
Dan tempat untuk melepas kegundahan

Aku berpikir suatu saat
Aku akan menemukan seseorang itu
Seseorang yang istimewa
Seseorang yang senantiasa
Bersamaku …
Menemaniku setiap saat setiap waktu
Ku menunggu hari itu
Hari di mana Aku
Tidak sendirian, tidak kesepian
Tidak terhanyut dalam kesunyian
Hari di mana aku merasakan kebahagiaan

Engkau

Keindahan seorang bidadari
Telah meluluhkan hati ini
Saat pertama melihatmu
Ku terpana akan kecantikanmu
Senyummu yang manis itu
Membuat perasaanku berdetak tak menentu
Pandangan manis mu
Mengusir semua keraguanku di dunia ini
Suaramu yang merdu
Hilangkan kesepian di hatiku
Keindahan akan dirimu
Bagaikan tak ada yang membandingi
Bidadari keindahan dunia
Ada pada dirimu

Jika ku bisa memilikimu
Senangnya hati ini
Jika ku bisa mendapatkanmu
Akan ku jaga cinta ini
Selamanya

Hangatnya Musim Hujan

Rintik – rintik terjatuh semakin deras
Gemuruh menggelegar keras
Dinginnya hujan menggigilkan diriku
Tapi..
Tak lama dingin pun menjadi hangat
Saat dia menghampiriku

Kehangatan akan cinta
Merasuk melalui dinding – dinding kasih sayang
Pelukan hati yang menghilangkan dingin ini
Seakan tak lepas dari kami
Dinginnya hujan
Tak mampu membinasakan
Kehangatan cinta keabadian
Meski hujan terus menderas
Walaupun hujan semakin mendingin
Kehangatan cinta abadi
Seakan … Membuat …
Hangatnya musim hujan ini

Kangen

Terbenam dalam kesepian
Ku menunggu dan menanti
Seorang gadis yang menawan
Sejenak dia membuat hatiku ini
Kangen akan dirinya…

Pandangannya yang indah bagai mentari
Cahaya sinar wajahnya begitu berseri
Sesekali dia menarik senyum yang indah sekali
Serasa menenangkan gejolak hati
Suaranya yang merdu …
Mengusir rasa kesunyian

Ku tulis surat penuh kangen untuknya
Ku terbangkan dengan merpati putih
Sepucuk surat pun datang untuk ku
Kata – kata yang indah darinya
Seakan meluluhkan batu karang hatiku
Ku kangen akan dirinya
Ku berharap dia cepat pulang
Mengisi kembali lubang rindu hati ini